Kamis, 29 Oktober 2009

SUMPAH PEMUDA


Suatu kesadaran tentang perlunya suatu kesatuan berkebangsaan telah dimulai sejak 100 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 20 Mei 1908 berdirinya Boedi Oetomo yang kemudian menjadi titik tolak perjuangan yang terus berlanjut.

Lalu muncullah kemudian organisasi – organisasi kepemudaan seperti Jong Ambon ( 1909 ), Tri Koro Dharmo pada tanggal 15 Maret 1915 ( yang di akui sebagai organisasi pemuda pertama ), Jong Java dan Jong Celebes ( 1917 ), Jong Sumatra dan Jong Minahasa ( 1918 )


Keinginan untuk mewujudkan kesatuan berbangsa selanjutnya mengerucut sekitar 20 tahun kemudian pada gagasan untuk menyelenggarakan Kongres Pemuda oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia ( PPPI ) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 saat dimana SUMPAH PEMUDA dirumuskan dan diikrarkan :

PERTAMA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.

KEDOEA

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

KETIGA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.


Apa hikmah yang bisa kita petik dari proses kelahiran Sumpah Pemuda 81 tahun yang lalu ?

Persatuan dianggap lebih penting dari sekadar kemenangan


Semua tahu, saat itu pemakai bahasa Jawa merupakan mayoritas tapi pemuda-pemuda Jawa yang ikut kongres menunjukkan kerendahatian dan pengorbanannya dengan menerima bahasa Melayu sebagai bahasa nasional.

Seandainya kerendahatian seperti itu tetap menjadi milik bangsa kita dalam menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, betapa mudah kita sekarang untuk melahirkan kesepakatan-kesepakatan dalam kebersamaan dan persamaan sebangsa setanah air.

Apa kunci agar cita – cita bangsa kita tercapai ? yaitu bangsa dan negara yang adil dan makmur ?

Kita coba menghargai orang lain, yang merasa dihargai juga membalas dengan apresiasi dan penghargaan yang sama.

Kita harus sadar bila seorang pemimpin sedang memimpin. RESPECT, jangan malah digerogoti dari belakang. UNITY, bersatu kita membantu agar apa yang Negara kita cita – citakan cepat berhasil. JANGAN SELALU YANG DIDENGUNGKAN YANG TIDAK BERHASILNYA. Kalau ada yang lebih mengetahui, beri masukan agar semua bisa berhasil.

Bagi pemimpin yang memimpin Negara, terima masukan – masukan yang positif. Diskusikan bersama pemimpin – pemimpin lainnya. Karena kunci perbaikan sebuah bangsa ada ditangan pemimpinnya.

Tidak kalah pentingnya adalah rasa saling percaya . Tidak bakal ada kesatuan pemuda, kalau kita tidak belajar saling percaya satu sama lain. Saling percaya kalau dalam subkultur apapun, dalam aktualisasi diri jenis apapun, setiap pemuda – pemudi bisa mengkinerjakan segala sesuatu sebaik-baiknya demi kemajuan bersama.

Mengutip pernyataan D. Zawawi Imron, “ Kita masih punya hari esok. Berilah peran kepada anak-anak muda dengan penuh kepercayaan, sebab merekalah yang lebih tahu tentang hari esok “

Terima kasih pemuda Indonesia, Selamat Hari SUMPAH PEMUDA !!!


Dikutip melalui ijin.

Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

Alexa

  ©Template Blogger Elegance by Dicas Blogger.

TOPO